SOAL-SOAL TAMBAHAN

June 6, 2009 by keisama

JAWABAN KASUS-KASUS  FALLACY:

1.Fallacy yang terdapat dalam kasus ini adalah:

*Informal Fallacy – relevance –  presumption – apriorism

Di sini, si penuduh merasa sok tahu dan langsung menyatakan bahwa gadis itu berpikiran kotor, padahal gadis itu ingin menunjukkan rasa kesetiaannya. Gadis ini mungkin sedang memerlukan teman (yang juga perempuan) untuk menemaninya jika bersama laki-laki lain. Karena jika ia berjalan bersama teman pria, bisa saja dia dianggap playgirl

*informal fallacy –  relevance – presumption -  Petito Principi

Di sini, si penuduh menambahkan kesimpulannya sendiri yang bahkan terasa tidak relevan. Apa hubungan si gadis ini berpikiran kotor atau membeda-bedakan teman dengan konsep kesetiaannya?

2.Fallacy yang terdapat dalam kasus ini:

*Informal Fallacy – relevance – omission – argumentum ad lapidem

Di sini, si penuduh bersifat kepala batu karena ia berusaha terus menerus menentang bahwa pernikahan hanya sebagai legalita

3. Fallacy yang terdapat dalam kasus ini adalah:

*tidak ada fallacy dalam kasus ini. Jika orang Indonesia yang membuat manga(komik jepang) maka itu tetap disebut karya Indonesia

4. Tahu (Know) itu adalah memiliki semua informasi yang relevan yang diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu permasalahan.

5.-Nyata adalah keberadaan atau eksistensi suatu objek yang terlihat oleh mata dan dapat dapat dirasakan oleh seluruh panca indera, semua benda pasti memiliki unsur-unsur yang dapat ditangkap oleh panca indera kita

-Sekarang ini, saya merasa diri saya terasa nyata karena saya telah bangun tidur dan mengerjakan tugas ini sehingga ini bukanlah mimpi, karena setahu saya tidak ada mimpi di dalam mimpi.Jika kita terasa nyata, orang lain dapat menerima keberadaan kita dengan panca inderanya.

6.misalkan kita punya suatu algoritma untuk menjalankan suatu program, Program apapun itu. Apabila program ini dibuat dengan bahasa pemrograman pascal ataupun bahasa pemrograman Java ataupun yang lain, tentu akan menghasilkan program yang sama meskipun cara prosesnya yang berbeda maupun cara penulisan yang berbeda

7.Cara untuk membuat tidak kepala batu / keras kepala adalah banyak mencari pengetahuan lebih tentang suatu permasalahan untuk membela/menyerang pihak lain. Karena apabila sudah menjadi kepala batu, itulah bukti bahwa logika / pengetahuan kita sudah sampai batasnya.

PERTEMUAN 12

June 5, 2009 by keisama

PERTEMUAN 12

“MODEL”

1.Definisi model
Model adalah perwakilan dari sesuatu

2.Tujuan model
-Understanding / Prescription
Membuat model untuk menjelaskan suatu hal / permasalahan
-Prediction
Membuat model untuk meramalkan terjadinya sesuatu

3.Tipe-tipe model
-Physical : berupa benda yang terlihat secara fisik
*Iconic : berupa patung kecil/ benda yang mampu merepresentasikan sesuatu semirip mungkin
*Analog: berupa benda yang memiliki suatu perilaku / perwujudan yang mirip

-Symbolic : berupa perwujudan dalam bentuk lain yang tidak terlihat nyata/fana
*Verbal : Memodelkan sesuatu ke dalam suatu gambar/kartu
* mathematical : memodelkan sesuatu dalam bentuk perhitungan

4.Beberapa pembagian model lain:
-analytic,numeric
-deterministik,probabilistic
-static,dynamic

PERTEMUAN 11

June 5, 2009 by keisama

*Informal Fallacy – Relevance – Omission
-Bogus Dilemma : suatu pernyataan dimana seolah-olah hanya itu pilihannya
-Concealed Quantification : Pemberian atribut yang tidak jelas jumlahnya, apa ke sebagian atau seluruh kelas
-Damning the alternatives: Seolah-olah satu pilihan benar, dan yang lainnya salah
-Defitional retreat: membela diri dari bantahan dengan mengubah definisi
-Extensional pruning: membela diri dengan definisi yang tidak umum (atau dengan arti literalnya)
-Argumentum ad Ignoratiam : Menyalahkan atau membenarkan klaim tanpa adanya bukti
-Argumentum ad Lapidem : Membela diri dengan keras kepala
-Argumentum ad Nauseam : Menggunakan perulangan agar terlihat benar
-One-sided assessment : Hanya melihat satu sisi dari suatu permasalahan
-Refuting the example : Menolak klaim dengan pernyataan yang bukan inti permasalahannya
-Shifting ground: Menyangkal dengan maksud bahwa klaim awal bukan seperti itu maksudnya
-Shifting the burden proof: mengalihkan tanggung jawab atas bukti
-Special Pleading : Menuntut standar yang lebih baik
-The straw man : Bila tidak bias membantah, maka versi ekstrimnya akan diserang terus
-the exception that proves the rule : Perkecualian yang digunakan untuk membenarkan
-Trivial objections : Menyalahkan sesuatu dengan masalah-masalah yang sepele
-unacepted enthymemes: Menggunakan enhymemes(pernyataan yang tidak berhubungan) untuk argument
-Unobtainable perfection: menyalahkan sesuatu karena tidak sempurna

*Informal Fallacy – Relevance – Intrussion
-Blinding with science: menggunakan istilah ilmiah agar terlihat benar
-Argumentum ad Crumenam : kebenaran ditentukan oleh uang
-Emotional Appeals: memanfaatkan emosi untuk mempengaruhi pendapat
-Every schoolboy knows: lebih baik setuju daripada dibilang bodoh
-The genetic fallacy : menilai kebenaran argument berdasarkan siapa sumbernya
-Argumentum ad Hominem: Menyerang orangnya bukan pendapatnya
-Argumentum ad Hominem(Circumstancial): Mempengaruhi pendapat dengan memanfaatkan posisi lawan
-Ignoratio Elenchi: Membenarkan satu pendapat karena berhasil membenarkan pendapat yang lain
-Irrelevant Humour: Guyonan yang digunakan untuk mengalihkan perhatian
-Argumentum ad Lazarum: Orang miskin tidak selalu lebih baik dari orang kaya
-Loaded words: mempengaruhi pendapat dengan kata-kata heboh penuh prasangka
-Argumentum ad Misericordiam: mempengaruhi pendapat berdasarkan rasa kasihan
-Poisoning the well : menyerang lawan sebelum lawan memberikan argumennya
-The red herring: Membuat fakta lain yang tak berhubungan dan membuat kesimpulan tidak tercapai
-the Runaway train: Membawa argument ke hal-hal lain yang jauh
-The slippery slope: menganggap satu tahap pasti diikuti tahap berikutnya
-Tu Quoque:Menentang pendapat lawan dengan menyalahkan lawan bahwa dia juga demikian
-Argumentum ad verecundiam: Menggunakan autoritas palsu
-Wishfull Thinking: menyalahkan/membenarkan pendapat berdasarkan keinginan kita

*Informal Fallacy – Relevance –presumption
-Abussive analogy: menggunakan analogi yang melecehkan
-Accident: perkecualian dianggap pembenaran
-Analogical fallacy: menggunakan analogi yang tidak tepat
-Argumentum ad Antiquam: Menganggap bagus karena kuno
-Apriorism : Sok tahu lebih dulu
-Bifurcation: membatasi Cuma 2 pilihan
-Circulus of Probando: logika yang berputar-putar
-Complex questions(pliurrium interrogationum): Menggabungkan pertanyaan sehingga tidak bias dijawab hanya dengan “ya” atau “tidak”
-Cum hoc ergo propter hoc: Sesuatu yang terjadi bersamaan seolah berhubungan
-Dicto simpliciter: generalisasi berlebihan
-Ex-post-facto statistics: Menganggap hebat suatu kebetulan setelah hal itu terjadi
-The gambler’s fallacy:Kesalahan memahami peluang hal yang berurutan
-Non-anticcipation:Kalau memang demikian, tentu sejak dulu sudah ada tindakan
-Argumentum ad Novitam: Menganggap yang baru itu lebih benar
-petito principii: Membuat argument yang berisi kesimpulan yang kita inginkan
-Pos hoc ergo propter hoc:kejadian yang berurutan dianggap berhubungan
-Secundum quid: generalisasi yang terlalu cepat
-Argumentum ad Temperantiam: menganggap jalan tengah selalu yang terbaik

Pertemuan 10

May 11, 2009 by keisama

FALLACIES OF REASONING

*Fallacies of reasoning: Kesalahan-kesalahan dalam menalar logika.

*Tipe-tipe fallacy:
1.Formal Fallacy
2.Informal Fallacy
-Linguistic
-Relevance – Omission
-Relevance – Intrusion
-Relevance – Presumption

*Formal Fallacy:

-Affirming the consequent = menyimpulkan sebab dari akibat
-Conclusion which denies premises = kesimpulan yang berlawanan dengan premis
- Contradictory premises = Premis yang bertentangan
- Denying the antecedent = Menentang sebab untuk membalikan akibat
-Exlussive premises = Menggunakan2 premis negative
-Existensial fallacy = Premis menyatakan ‘semua’ namun kesimpulan menyatakan ‘beberapa’ merayu orang percaya bahwa premis benar
-False conversion = Membalik fakta yang mengandung ‘beberapa’
-Illicit process = Satu atribut kelompok ini dan itu sama. Bukan berarti atribut yang lain juga sama
-Positive Conclusion,Negative premise = Kesimpulan positif berdasar premis negative
-Quaternio Terminorum = Empat pernyataan
-Undistributed middle = Ciri kelas diambil sebagian untuk menyamakan kedua kelas

*Informal fallacy – Linguistic:
-Accent : Maksud suatu pernyataan tergantung konteks dan menyelewengkan maksud
-Amphiboly: Susunan kalimat yang ambigu
-Composition:Benar untuk setiap member, belum tentu benar untuk seluruh kelas
-Division: benar untuk seluruh kelas belum tentu benar untuk setiap member
-Equivocation = Menggunakan arti yang ambigu untuk mengakali
-Reification/Hypostatiztation : Menganggap setiap kata memiliki eksistensi nyata

Pertemuan 9

April 25, 2009 by keisama

===METODE ILMIAH===
- Fuzzy logic
Suatu logika yang menjelaskan bahwa akan terjadi suatu titik dimana suatu benda/seseorang akan berubah menjadi sesuatu yang lain.
Misalkan seseorang mengamati seorang bayi setiap detik. Pada 1 detik pertama, detik kedua, detik ketiga orang tersebut masih menganggap bayi itu sebagai bayi. Namun, pada detik ke 17.000.000, dimana bayi itu kini sudah berumur 20 tahun, maka bayi itu sudah beranjak dewasa dan tidak dapat disebut bayi lagi.

- Genetic Algorithm
Suatu algoritma yang menjelaskan tentang ruang lingkup yang terkecil yang mencakup semua titik. Hal ini digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat genetis manusia. Apabila gen-gen vital itu tidak terpenuhi, maka manusia itu akan terseleksi oleh alam dengan sendirinya.

Pertemuan 8

April 13, 2009 by keisama

Pertemuan 8
Senin, 13 April 2008

Matematika dan Statistik
Part1

Matematika

1.Awal dari matematika
-Ordination dari kata “order” yang berarti mengurutkan. Pada zaman dulu, sebelum adanya angka, manusia dapat mengurutkan suatu peristiwa kehidupan sehari-hari
-Cardination yaitu pencocokan/matching. Manusia pada zaman dahulu menggunakan batu/calculi untuk mencocokan jumlah suatu benda
-Numeric symbolization yaitu manusia mulai menemukan simbol untuk menafsirkan angka. Seperti angka romawi.

2. Pentingnya digit 0.
Angka 0 merupakan suatu angka yang sangat penting karena dengan ini kita dapat melakukan penghitungan dengan mudah.

3.Bilangan real
-angka rasional yaitu angka yang dapat dinyatakan dengan pecahan/rasio
Misal: 7/11,11/27,dll.
-angka irasional yaitu angka yang tidak dapat dijadikan dalam bentuk pecahan
Misal:21/2 , phi, dll.

4. Bilangan rasional
-cirinya: bilangan rasional itu suatu saat akan cyclic (berputar). Misal:0,123123123..
-jika desimal, dapat diubah ke bentuk pecahan.
-0,9999999..9 sama nilainya dengan 1

Statistik dan Probabilitas

Dijelaskan dengan teori-teori:
1.Omniscence paradox
2.Bodhisatva paradox
3.cerita Devil’s offer

Pertemuan 7

April 13, 2009 by keisama

Pertemuan 7
Senin, 6 April 2009

Struktur Pengetahuan Ilmiah

Hipotesa: dugaan awal

Teori: hipotesa yang dapat dibuktikan kebenarannya

Hukum:teori yang tidak ada yang dapat menentang teori ini

Aksioma/postulat: pernyataan yang tak perlu dibuktikan lagi atau dianggap sudah benar

Prinsip:suatu pandangan dalam hidup

Asumsi:untuk membangun penalaran deduksi dan induksi

SARANA-SARANA BERPIKIR ILMIAH

-bahasa
-matematika = alat untuk membantu berpikir secara deduksi
-probabilitas = alat untuk membantu berpikir secara induksi
*Semuanya memerlukan suatu model

Pertemuan 6 Metode Ilmiah

April 6, 2009 by keisama

Metode Ilmiah

Metode adalah cara mengetahui suatu yg mempunyai langkah-langkah yang sistematis.

Metodologi: Ilmu yang mempelajari peraturan dari metode tersebut

Metodologi Ilmiah: Ilmu yang mempelajari peraturan-peraturan dalam metode ilmiah

Tujuan Metode Ilmiah

-mendapatkan pengetahuan ilmiah yang rasional dan teruji sehingga pengetahuan jadi lebih diandalkan

Tahap Kebudayaan

1.Mistis:Masih mencari pola-pola ketuhanan

2.Ontologis: sudah mengerti terjadinya suatu hal

3.fungsional: bisa memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia

Deduksi dan Induksi

-Metode ilmiah menggabungkan cara penalaran deduksi dan induksi

1. deduktif: bertahap membuat argumen baru yang disusun secara sistematis berdasarkan pengetahuan yang ada alatnya: matematika

2.Induktif:membuat argumen baru berdasarkan kebenaran korespondensi dari apa yang telah diketahui sebelumnya alatnya: probabilitas.

*pembentukan Teori,harus ada data dan ada penjelasannya

syarat teori:

-harus konsisten dengan teori sebelumnya dan harus cocok dengan fakta empiris.

–Sebelum ada pembuktina, maka masih disebut hipotesa.

Rangkuman Pertemuan Ke 5

March 23, 2009 by keisama

Istilah-Istilah dalam Falsafah Ilmu Pengetahuan

Dalam Falsafah Ilmu Pengetahuan, ada banyak sekali istilha-istilah seperti:

ontologi: hakikat apa yang diuji
Aksiologi: nilai kegunaan suatu ilmu pengetahuan
Epistemologi: cara mendapat pengetahuan yang benar

Ontologi yang meliputi:
Metafisika:ilmu yang di luar fisika

Aksiologi yang meliputi:
Estetika: bagus tidaknya suatu hal dilihat dari indera manusia
Etika: benar atau salahnya suatu hal

Rangkuman materi Minggu 4

February 28, 2009 by keisama

Rangkuman Materi
Falsafah Ilmu Pengetahuan

Pertemuan 4-Senin,23 Februari 2009
Realism vs. Anti-realism

1.Realisme vs. Idealisme
*Realisme adalah suatu pandangan dimana alam semesta ini tidak terpengaruh oleh ada atau tidaknya manusia.
Misalnya: phi itu akan tetap ada meskipun manusia itu tidak ada
*idealisme adalah suatu paham dimana semua yang ada di dunia ini relatif dengan pikiran manusia.
Paham ini didukung oleh Rene Descartes yang berkata bahwa ‘Aku ada karena aku berpikir yang ada’.

2.Realisme vs. Anti-realisme
-kedua paham ini bertentangan melalui ada tidaknya dan bisa atau tidaknya suatu benda itu diamati(observable / non-observable).
Paham anti-realisme berkata sesuatu dapat dipercaya sebagai suatu kebenaran apabila bisa diamati.

Menurut pandangan anti-realisme, rumus-rumus atau kejadian alam hanyalah sebuah dongeng atau mitos atau cara-cara untuk memudahkan pemahaman atas suatu fenomena dalam kehidupan manusia. Sedangkan menurut pandangan realisme, karena pendapat para anti-realisme, manusia hanya merasa hidup ini berdasarkan miracle/magic.

Akhirnya, menurut IBE (Inference to the Best Explanation), pandangan menurut realisme-lah yang benar, namun para Anti-realis tetap membantah bahwa beberapa teori scientific adalah hal yang keliru